Now so many companies do business. but it is not only ordinary business. there is also a sharia business and conventional business. well now a lot of sharia-based business. but there is also a conventional-based business. Conventional business is business conducted for profit as much as possible. different from sharia business, employees sister also wore a veil and look politely. well now we are going to discuss the differences Islamic and conventional business.
Untuk
mengetahui perbedaan yang terdapat dalam suatu proses bisnis syariah dan
konvensional, kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksud dengan
proses bisnis. Proses bisnis adalah suatu pekerjaan yang
saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu. Pekerjaan yang dimaksud
dalam hal ini adalah tugas yang menghasilkan keuntungan, bisa jadi keuangan
atau sebaliknya. Jadi yang dimaksud dengan proses bisnis syariah adalah suatu
pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu yang berasaskan
nilai –nilai tauhid (nilai ketuhanan) sehingga menghasilkan keuntungan . Sedangkan proses bisnis konvensional adalah
pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu yang
berasaskan nilai –nilai Sekularisme (Nilai-nilai material) sehingga
menghasilkan keuntungan.
· Proses Bisnis Syariah
1. Selalu
Berpijak Pada Nilai-Nilai Ruhiyah. Nilai ruhiyah adalah kesadaran setiap manusia akan
eksistensinya sebagai ciptaan (makhluq) Allah yang harus selalu kontak
dengan-Nya dalam wujud ketaatan di setiap tarikan nafas hidupnya. Ada tiga aspek
paling tidak nilai ruhiyah ini harus terwujud , yaitu pada aspek : (1) Konsep,
(2) Sistem yang di berlakukan, (3) Pelaku (personil).
2. Memiliki Pemahaman Terhadap Bisnis yang
Halal dan Haram.
Seorang pelaku bisnis
syariah dituntut mengetahui benar fakta-fakta (tahqiqul manath) terhadap
praktek bisnis yang Sahih dan yang salah. Disamping juga harus paham
dasar-dasar nash yang dijadikan hukumnya (tahqiqul hukmi).
3. Benar Secara Syar’iy Dalam Implementasi. Intinya pada masalah ini adalah ada kesesuaian antara teori dan praktek, antara apa yang telah dipahami dan yang di terapkan. Sehingga pertimbangannya tidak semata-mata untung dan rugi secara material.
3. Benar Secara Syar’iy Dalam Implementasi. Intinya pada masalah ini adalah ada kesesuaian antara teori dan praktek, antara apa yang telah dipahami dan yang di terapkan. Sehingga pertimbangannya tidak semata-mata untung dan rugi secara material.
4. Berorientasi Pada
Hasil Dunia dan Akhirat. Bisnis tentu di lakukan untuk mendapat
keuntungan sebanyak-banyak berupa harta, dan ini di benarkan dalam Islam.
Karena di lakukannya bisnis memang untuk mendapatkan keuntungan materi (qimah
madiyah). Dalam konteks ini hasil yang di peroleh, di miliki dan dirasakan,
memang berupa harta.
5. Proses bisnis syariah dilakukan dengan motivasi mencari keuntungan di dunia dan akhirat.Hal itu terwujud jika bisnis atau apapun yang kita lakukan selalu mendasarkan pada aturan-Nya yaitu syariah Islam.
6. Proses bisnis syariah selalu didahului akad/perjanjian dalam pelaksanaannya. Akad memegang peranan yang sangat penting. Akad ibaratnya sebuah didnding yang sangat tipis dan denganya terpisah antara yang sah dan tidak. Akad disini bertujuan untuk membuat kesepakatan yang saling menguntungkan.
5. Proses bisnis syariah dilakukan dengan motivasi mencari keuntungan di dunia dan akhirat.Hal itu terwujud jika bisnis atau apapun yang kita lakukan selalu mendasarkan pada aturan-Nya yaitu syariah Islam.
6. Proses bisnis syariah selalu didahului akad/perjanjian dalam pelaksanaannya. Akad memegang peranan yang sangat penting. Akad ibaratnya sebuah didnding yang sangat tipis dan denganya terpisah antara yang sah dan tidak. Akad disini bertujuan untuk membuat kesepakatan yang saling menguntungkan.
·
Proses Bisnis Konvensional
1. Dalam Proses Bisnis Konvensional Motivasi
dalam kegiatan berbisnis didasari oleh keinginan dunia tanpa memperhatikan akhirat.
2. Proses bisnis konvensional modal yang
terjadi dalam kegiatan berbis tidak dapat menjamin dana yang mengalir itu dana halal,
karena modal pinjaman bisa saja dari bank konvensional pula(yang menganut bunga)
atau cara mendapatkannya juga tidak halal.
3. Dalam Proses pemasaran bisnis konvensional menghalalkan
segala cara, bukan hanya cara halal tapi juga cara yang tidak halal
4. Dalam proses Bisnis konvensional lebih mengutamakan
agar mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan lingkungan sekitar
atau bahkan bawahan.
Sumber
http://suud83.wordpress.com/2008/06/14/bisnis-syariah/ ditulis oleh Suud Fuadi (Juni 14, 2008)
http://drise-online.com/muslim-preneur/480-perbandingan-karakter-bisnis-islami-vs-bisnis-non-islami-konvensional.htmlditulis oleh M. Adhi Abu Fatih
Sumber
http://suud83.wordpress.com/2008/06/14/bisnis-syariah/ ditulis oleh Suud Fuadi (Juni 14, 2008)
http://drise-online.com/muslim-preneur/480-perbandingan-karakter-bisnis-islami-vs-bisnis-non-islami-konvensional.htmlditulis oleh M. Adhi Abu Fatih
tambahkan referensi lain. paparkan gambar model proses bisnis syariah seperti apa. belum ada kajian dari jurnal penelitian terkini.
ReplyDeleteselesaikan perbaikan tugas yg pertama, sebelum tugas kedua dan seterusnya.
ReplyDelete