marquee

Selamat Datang Di Blog Ahmad Imam Fauzi

Friday, September 21, 2012

Islamic vs Conventional Business Process


Now so many companies do business. but it is not only ordinary business. there is also a sharia business and conventional business. well now a lot of sharia-based business. but there is also a conventional-based business. Conventional business is business conducted for profit as much as possible. different from sharia business, employees sister also wore a veil and look politely. well now we are going to discuss the differences Islamic and conventional business.
Untuk mengetahui perbedaan yang terdapat dalam suatu proses bisnis syariah dan konvensional, kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksud dengan proses bisnis. Proses bisnis adalah suatu pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu. Pekerjaan yang dimaksud dalam hal ini adalah tugas yang menghasilkan keuntungan, bisa jadi keuangan atau sebaliknya. Jadi yang dimaksud dengan proses bisnis syariah adalah suatu pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu yang berasaskan nilai –nilai tauhid (nilai ketuhanan) sehingga menghasilkan keuntungan  . Sedangkan proses bisnis konvensional adalah pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu yang berasaskan nilai –nilai Sekularisme (Nilai-nilai material) sehingga menghasilkan keuntungan.

·         Proses Bisnis Syariah 
      1.   Selalu Berpijak Pada Nilai-Nilai RuhiyahNilai ruhiyah adalah kesadaran setiap manusia akan eksistensinya sebagai ciptaan (makhluq) Allah yang harus selalu kontak dengan-Nya dalam wujud ketaatan di setiap tarikan nafas hidupnya. Ada tiga aspek paling tidak nilai ruhiyah ini harus terwujud , yaitu pada aspek : (1) Konsep, (2) Sistem yang di berlakukan, (3) Pelaku (personil).
      2.    Memiliki Pemahaman Terhadap Bisnis yang Halal dan Haram.
Seorang pelaku bisnis syariah dituntut mengetahui benar fakta-fakta (tahqiqul manath) terhadap praktek bisnis yang Sahih dan yang salah. Disamping juga harus paham dasar-dasar nash yang dijadikan hukumnya (tahqiqul hukmi).
3.    Benar Secara Syar’iy Dalam Implementasi. Intinya pada masalah ini adalah ada kesesuaian antara teori dan praktek, antara apa yang telah dipahami dan yang di terapkan. Sehingga pertimbangannya tidak semata-mata untung dan rugi secara material.
4.    Berorientasi Pada Hasil Dunia dan Akhirat. Bisnis tentu di lakukan untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyak berupa harta, dan ini di benarkan dalam Islam. Karena di lakukannya bisnis memang untuk mendapatkan keuntungan materi (qimah madiyah). Dalam konteks ini hasil yang di peroleh, di miliki dan dirasakan, memang berupa harta.
5.   
Proses bisnis syariah dilakukan dengan motivasi mencari keuntungan di dunia dan akhirat.Hal itu terwujud jika bisnis atau apapun yang kita lakukan selalu mendasarkan pada aturan-Nya yaitu syariah Islam.
6.   Proses bisnis syariah selalu didahului akad/perjanjian dalam pelaksanaannya. Akad memegang peranan yang sangat penting. Akad ibaratnya sebuah didnding yang sangat tipis dan denganya terpisah antara yang sah dan tidak. Akad disini bertujuan untuk membuat kesepakatan yang saling menguntungkan.
      
·         Proses Bisnis Konvensional
1.   Dalam Proses Bisnis Konvensional Motivasi dalam kegiatan berbisnis didasari oleh keinginan dunia tanpa memperhatikan akhirat.
2.      Proses bisnis konvensional modal yang terjadi dalam kegiatan berbis tidak dapat menjamin dana yang mengalir itu dana halal, karena modal pinjaman bisa saja dari bank konvensional pula(yang menganut bunga) atau cara mendapatkannya juga tidak halal.
3.      Dalam Proses pemasaran bisnis konvensional menghalalkan segala cara, bukan hanya cara halal tapi juga cara yang tidak halal
4.      Dalam proses Bisnis konvensional lebih mengutamakan agar mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan lingkungan sekitar atau bahkan bawahan.


Sumber
 http://suud83.wordpress.com/2008/06/14/bisnis-syariah/ ditulis oleh Suud Fuadi  (Juni 14, 2008)
http://drise-online.com/muslim-preneur/480-perbandingan-karakter-bisnis-islami-vs-bisnis-non-islami-konvensional.htmlditulis oleh M. Adhi Abu Fatih

2 comments:

  1. tambahkan referensi lain. paparkan gambar model proses bisnis syariah seperti apa. belum ada kajian dari jurnal penelitian terkini.

    ReplyDelete
  2. selesaikan perbaikan tugas yg pertama, sebelum tugas kedua dan seterusnya.

    ReplyDelete